Desa Tuwo Tanijaya Rayakan HUT ke-13, Warga Kenang Jasa Tokoh Pemekaran

SIGI, Bahanaindonesia.com – Pemerintah Desa Tuwo Tanijaya, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa ke-13 pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gereja Bala Keselamatan Tuwo Tanijaya ini menjadi momentum syukur pemerintah desa dan masyarakat atas perjalanan pembangunan sejak desa tersebut resmi dimekarkan.

Kepala Desa Tuwo Tanijaya, Herman Laua, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan dan kesempatan sehingga warga dapat berkumpul merayakan hari jadi desa.

“Ini adalah hari bersejarah bagi masyarakat Tuwo Tanijaya. Momentum ini menjadi pengingat jasa para tokoh pemekaran yang telah bekerja keras demi kepentingan masyarakat. Jangan pernah melupakan perjuangan mereka, karena hari ini merupakan bukti dari usaha yang telah dilakukan,” ujar Herman di hadapan tamu undangan.

Acara turut dihadiri Kasubsektor Pipikoro Aiptu Viktor Mapadang, perwakilan Dukcapil Sigi, serta tiga kepala desa tetangga, Kepala Desa Banasu, Kepala Desa Masewo, dan Kepala Desa Kantewu Dua. Herman juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran para undangan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti perayaan tersebut.

LIHAT JUGA  Rotasi Akhir Tahun, Kapolda Sulteng Geser Ratusan Personel dan Tiga Wakapolres

Pada kesempatan itu, Sekretaris Desa Tuwo Tanijaya, Ferdinan Tonta, membacakan sejarah singkat pemekaran desa. Ia menjelaskan bahwa Tuwo Tanijaya awalnya merupakan Dusun 3 Desa Banasu, sebelum resmi dimekarkan pada 9 Desember 2012. Pemekaran dilakukan untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan ke wilayah terisolir, sesuai amanat UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah.

Desa Tuwo Tanijaya diresmikan langsung oleh Bupati Sigi saat itu, Aswadin Randalemba, dengan batas wilayah:

Utara: Desa Pili Makujawa
Timur: Taman Nasional
Selatan: Desa Moa
Barat: Desa Mapahi

Saat diresmikan, desa ini memiliki 245 jiwa dari 73 kepala keluarga, terdiri atas 125 laki-laki dan 120 perempuan.

Perayaan HUT ke-13 ini ditutup dengan doa bersama serta rangkaian kegiatan syukur yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. * (Hasan Tura)